Jumat, 17 November 2017

INTEGRASI SISTEM INFORMASI

INTEGRASI SISTEM INFORMASI Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas sistem infomasi manajemen Nama : Dwi Ayya Sofia Annisa NIM : 11160623 Dosen : Septia Lutfi, S.Kom, M.Kom STIE BANK BPD JATENG Jalan Pemuda No. 4A Semarang Semester III Tahun 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami ungkapkan kepada Allah swt. atas segala rahmat dan hidayah yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita, sehingga makalah ini dapat kami selesaikan dengan baik yang membahas tentang manajer yang baik. Selanjutnya, salawat dan salam kami sanjungkan kepada Rasulullah saw. Beserta keluarga dan para sahabat Beliau yang telah membawa ummat manusia dari alam kebodohan ke alam penuh ilmu pengetahuan. Kami berterima kasih pada Bapak Septia Lutfi, S.Kom, M.Kom selaku dosen mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang telah memberikan tugas ini kepada kami. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita tentang Integrasi Sistem Informasi.. Kami juga menyadari bahwa di makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya saran, kritik, dan usulan demi perbaikan makalah ini serta makalah yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat berguna bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan di masa depan. Semarang, 3 November 2017 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR 2 DAFTAR ISI 3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 4 1.2 Rumusan Masalah 5 1.3 Tujuan Penulisan 5 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Integrasi Sistem 7 2.2 Mengetahui Lebih Dalam Tentang Integrasi Pada Sim Dan Keuntungan Menggunakan Sim Dalam Perusahaan 8 2.3 Konsep dari Integrasi Sistem 10 2.4 Metode Membangun Sistem Integrasi 12 2.5 Strategi Integrasi Sistem 14 2.6 Manfaat Integrasi Sistem 15 2.7 Hubungan Antara Sistem Integrasi Informasi Dengan Sistem Informasi Manajemen 15 2.8 Ide Dari Implementasi Integrasi Sistem 16 2.9 Jenis-Jenis Integrasi 17 3.0 Contoh Implementasi Integrasi Sistem Informasi 17 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 20 Daftar Pustaka 21 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangan teknologi komputerisasi saat ini, khususnya di bidang informatika, sistem informasi memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, sistem informasi digunakan sebagai alat bantu proses kerja. Dengan adanya sistem informasi, pekerjaan manusia akan menjadi lebih mudah, efektif dan efisien. Sistem – sistem informasi yang dibangun pada suatu perusahaan ataupun instansi pendidikan merupakan suatu kesatuan sistem yang saling berinteraksi satu sama lain, sehingga membentuk kumpulan – kumpulan informasi. Untuk mengolah kumpulan-kumpulan infromasi tersebut memerlukan database. Database yang digunakan di tingkat perusahaan biasanya dibuat dengan menggabungkan data dari sumber data internal dan eksternal yang sudah ada, memungkinkan juga dengan data baru untuk mendukung aplikasi baru. Saat ini hampir semua organisasi memiliki database yang berbeda untuk tujuan yang berbeda pula. Penerapan database pada perusahaan misalnya beberapa untuk proses transaksi dalam bagian yang berbeda dari perusahaan (contohnya: perencanaan produksi dan kontrol, dan memasukkan order/pesanan); beberapa untuk kepentingan lokal, taktis, atau pembuatan keputusan strategis (contohnya: kalkulasi harga produk dan ramalan penjualan); dan beberapa untuk koordinasi perusahaan luas dan membuat keputusan (contohnya: untuk manajemen hubungan dengan konsumen dan manajemen rangkaian persediaan). Organisasi-organisasi giat bekerja untuk memecahkan gudang/sumber data, namun membolehkan beberapa tingkat untuk otonomi lokal. Untuk mencapai koordinasi ini, disaat yang sama data harus diintegrasi melalui sumber data yang berbeda. Tidak mengapa banyak yang mengatakan, kita tidak bisa menghindari hubungan dengan integrasi data. Sebagai database profesional atau bahkan pengguna dari database yang dibuat dari sumber data lain yang sudah ada, disana banyak konsep integrasi data yang harus dipahami untuk mengerjakan pekerjaan atau untuk memahami masalah yang mungkin akan dihadapi. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari integasi sistem ? 2. Mengetahui lebih dalam tentang integrasi pada sim. 3. Bagaimana konsep dari Integrasi Sistem? 4. Bagaimana metode yang dapat dipergunakan dalam membangun sistem integrasi ? 5. Bagaimana strategi integrasi sistem ? 6. Apa manfaat Integrasi Sistem? 7. Bagaimana Hubungan Antara Sistem Integrasi Dengan Sistem Informasi Manajemen? 8. Apa Ide Dari Implementasi Integrasi Sistem? 9. Apa Jenis-Jenis Integrasi? 10. Apa saja contoh penerapan integrasi sistem informasi 1.3 Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui tentang sistem integrasi. 2. Agar dapat mengetahui lebih dalam tentang integrasi pada sim 3. Mengetahui konsep dari integrasi sistem. 4. Mengetahui metode yang digunakan dalam membangaun sistem integrasi . 5. Mengetahui strategi integrasi sistem 6. Untuk mengetahui manfaat integrasi sistem 7. Untuk mengetahui hubungan antara sistem integrasi dengan sistem informasi manajemen 8. Dapat mengetahui ide dari implementasi integrasi sistem 9. Dapat mengetahui jenis-jenis integrasi 10. Untuk mengetahui contoh penerapan integrasi sistem informasi BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Integrasi Sistem Pengintegrasian system merupakan salah satu konsep kunci dari system informasi manajemen. Berbagai system saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara sesuai dengan keperluan integrasinya. Salah satu diantaranya adalah dengan arus data factual atau potensial diantara mereka.Akan tetapi menjadi mustahil bagi system kedua untuk menghasilkan data tersebut atau apabila pendekatan ini akan menjadi mahal, lebih lambat atau kurang tepat disbanding menggunakan data dari file pertama. Aliran data diantara system biasa ditemukan apabila system ganda diperlukan untuk mengakses elemen data yang sama dari sumber bersamaan, atau apabila output dari satu system akan menjadi input bagio yang lainnya, seperti apabila informasi dari sisyem pemeroses transaksi merupakan input bagi siustem informasi manajerial. System juga dapat dikkaitkan melalui tugasnya untuk memberikan data bagi tugas yang sama atau karena masing-masing system menggunakan data yang sama dari sumber yang lain. Oleh sebab itu, integrasi didefinisikan sebagai adanya saling keterkaitan antara sub-sistem sehingga data dari satu system secara rutin dapat melintas menuju, atau diambil oleh satu atau lebih system yang lain. Sebenarnya dengan system manual juga akan dapat dicapai suatu drajat integrasi tertentu, misalnya dengan cara fisikal membawa data dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja lainnya, yang selanjutnya oleh para pegawai administrasi akan digabungkan dengan data dari system lain. Sementara itu dengan system berkomputer data akan dapat melintas secara optimis diseluruh system, yang memungkinkan drajat integrasi yang lebih tinggi dan mempercepat kegiatan integrasi data. Pada sebagian besar system informasi berkomputer, sebagian besar integrasi data dilakukan secara otomatis oleh computer, dan hanya sebagian kecil dilakukan oleh pegawai atau personil pengolahan data. Biasanya tujuan pengembangan system adalah mengotomatisasikan perpindahan data dari system informasi terutama dari system yang sangat canggih dan sangat maju kegunaan integrasi dalam sistem informasi manajemen. Dalam perusahaan integrasi sistem informasi sangat diperlukan karena terdapat kegunaan yang dapat membantu manajemen seperti : a. Adanya kebutuhan untuk bekerja sama antar unit dalam perusahaan. Dalam perusahaan yang terdiri dari berbagai unit tekadang antara satu unit dengan unit lainnya saling membutuhkan informasi baik mengenai harga transfer dan sebagainya. b. Terjadinya pengolahan data antar sistem informasi tiap bagian yang saling terkait, sehingga untuk melengkapi suatu informasi dibutuhkan pertukaran informasi dengan sistem yang lain. Dalam hal ini sangat memepengaruhi kelengkapan daripada informasi. c. Dapat memungkinkan penyediaan realtime pengaksesan data. 2.2 Mengetahui Lebih Dalam Tentang Integrasi Pada Sim Dan Keuntungan Menggunakan Sim Dalam Perusahaan Mengintegrasikan sistem pertama kali diperlukan identifikasi interaksi yang potensial; para manajer dan mereka yang berurusan dengan sistem harus melakukan identifikasi ini. Bagaimanapun juga, para manajer mungkin saja tidak menyadari berbagai jenis data di dalam sistem yang mungkin bermanfaat bagi sistem yang lainnya, atau mungkin mereka tidak mengetahui data yang ada di sistem lain yang mungkin berguna bagi kegiatan mereka. Interaksi ini akan dapat diidentifikasi dengan perencanaan dan perancangan sistem secara bersama-sama, daripada yang dilakukan secara terisolasi dari yang lainnya. Cara yang paling efektif untuk mengidentifikasi yang cukup berpotensial namun kurang digunakan adalah dengan melakukan penyelidikan atas seluruh sistem dan tidak terbatas pada satu sistem saja. Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis; yaitu sistem pada tingkat transaksi akan memberikan masukan data kepada sistem tingkat manajerial atau sering pula dalam arah sebaliknya. Interaksi hirarkis adalah yang paling banyak diidentifikasi dan diintegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi harus diringkaskan menurut jalur hirarki, disamping sistem yang bersangkutan ada di bawah satu garis komando, dan karena manajer dalam bidang fungsional akan lebih banyak mengetahui data apa yang ada di dalam sistemnya dari pada yang berasal dari luar daerah wewenangnya. Jenis integrasi lain adalah integrasi horizontal di dalam sebuah rantai komando. Data melewati berbagai sistem informasi dari berbagai departemen produksi bersamaan dengan pergerakan produk dari satu departemen ke departemen yang lainnya. Sehingga sistem informasi departemen perlu diintegrasikan sehingga informasi tentang satuan produk di dalam proses manufaktur dipindahkan secara rutin dari satu sistem ke sistem lainnya. Integrasi silang-fungsi (cross-functional) melibatkan sistem informasi yang berkaitan dengan berbagai bidang fungsi. Interaksi jenis ini berlangsung apabila sistem informasi pemasaran secara terus-menerus menyampaikan informasi kepada sistem informasi pengendalian persediaan tentang kerugian penjualan disebabkan gangguan persediaan. Seringkali keperluan akan integrasi sepeti ini tidak mudah dikenali. Integrasi dapat dilaksanakan dengan sejumlah mekanisme yang berbeda. Cara paling mendasar adalah dengan menetapkan prosedur standar, seperti prosedur yang menjamin bahwa data secara fisik memang dipindahkan dari satu sistem informasi ke satu sistem informasi lainnya. Informasi juga diintegrasikan apabila manajer mengkomunikasikan informasi kepada orang lain. Manajer juga dapat “memusatkan” informasi dari sejumlah sistem informasi dan untuk mensintesiskannya untuk berbagai keperluan manajerial. Keuntungan utama dari integrasi adalah membaiknya arus informasi di dalam sebuah organisasi. Pelaporan biasanya memang memerlukan waktu yang lebih lama, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dengan kegiatan manajerial dapat diperoleh bilamana diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan kuat untuk mengunggulkan sistem informasi terintegrasi, karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat.selain itu Mendorong manajer untuk membagikan informasi yang dihasilkan oleh departemennya agar secara rutin mengalir ke sistem yang lain yang memerlukan. 2.3 Konsep dari Integrasi Sistem Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari sistem Informasi Manajemen. Berbagi sistem dapat saling berhubungan satu dengan yang lain dengan berbagai cara yang sesuai dengan keperluannya. Aliran informasi diantara sistem sangat bermanfaat bila data dalam file suatu sistem diperlukan juga oleh sistem yang lainnya, atau output suatu sistem menjadi input bagi sistem lainnya. Secara manual juga dapat dicapai suatu integrasi tertentu, misalnya data dari satu bagian dibawa kebagian lain, dan oleh petugas administrasi data tersebut digabung dengan data dari sistem yang lain. Jadi kalau secara manual maka derajat integrasinya menjadi tinggi. Konsep Integrasi sistem adalah yaitu suatu konsep sistem yang dapat saling berhubungan satu dengan yang lain dengan berbagai cara yang sesuai dengan keperluan. Hal ini sangat bermanfaat bila suatu data dalam file suatu sistem diperlukan juga oleh sistem yang lainnya atau output sustu sistem menjadi Input sistem lainnya. Keuntungan dari integrasi sistem ini adalah membaiknya suatu arus informasi dalam sebuah organisasi. Suatu pelaporan biasanya memang memerlukan waktu, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dalam kegiatan manajerial yang dapat diperoleh bila diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan yang kuat untuk mengutamakan (mengunggulkan) sistem informsi terintegrasi karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat. Keuntungan lain dari pengintegrasian sistem adalah sifatnya yang mendorong manajer untuk membagikan (mengkomunikasikan) informasi yang dihasilkan oleh departemen (bagian) nya agar secara rutin mengalir ke system lain yang memerlukannya. Suatu pelaporan biasanya memang memerlukan waktu, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dalam kegiatan manajerial yang dapat diperoleh bila diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan yang kuat untuk mengutamakan (mengunggulkan) sistem informsi terintegrasi karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat. Integrasi informasi dari sebuah sistem diperlukan karena : 1. Adanya kebutuhan konstituen untuk bekerja sama antar bagian dalam suatu korporasi. 2. Terjadinya pengolahan data antar sistem informasi tiap bagian yang saling terkait, sehingga untuk melengkapi suatu informasi dibutuhkan proses pertukaran data dengan sistem informasi yang lain. 3. Dapat memungkinkan penyediaan realtime pengaksesan data. 4. Mengubah data untuk analisis bisnis dan pertukaran data, mengatur penempatan data untuk kinerja, mata uang dan ketersediaan. 2.4 Metode Membangun Sistem Integrasi 1. Vertical Integration, merupakan proses mengintegrasikan sub-sub sistem berdasarkan fungsionalitas dengan menghubungkan sub-sub sistem yang sudah ada tersebut supaya bisa berinteraksi dengan sistem terpusat dengan tetap berpijak pada arsitektur sub sistem yang lama. Metode ini memiliki keuntungan yaitu dapat dilakukan dengan cepat dan hanya melibatkan beberapa entitas development yang terkait dalam proses pembuatan sistem lama. Kelemahannya, metode ini tidak memungkinkan untuk mengimplementasikan fungsi-fungsi baru atau proses bisnis baru ke dalam sub-sistem yang sudah ada – karena effort lebih tinggi ada di proses “mempelajari” arsitektur sistem lama dan menjadikannya acuan untuk membuat sistem terintegrasi. Untuk menghadirkan ekspansi fungsionalitas atau proses bisnis baru adalah harus membuat sub-sistem baru. 2. Star Integration, atau lebih dikenal sebagai spaghetti integration, adalah proses mengintegrasikan sistem dengan cara menghubungkan satu sub sistem ke semua sub-sub sistem lainnya. Sebuah fungsi bisnis yang diimplementasikan dalam sebuah sub sistem akan di-broadcast ke semua sub-sub sistem lain yang dependen terhadap fungsi bisnis tersebut supaya dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Untuk integrasi sistem dengan ruang lingkup kecil atau menengah dan dengan pemisahan fungsi bisnis yang jelas dan spesifik, metode integrasi ini layak untuk dipertimbangkan. Namun jika fungsi bisnis banyak terlibat di beberapa sub sistem secara dependen, pada akhir proses integrasi sistem akan terlihat sedikit “kekacauan” dalam diagram – proses interkoneksi antar sub sistem akan tampak seperti spaghetti. Efeknya, biaya perawatan dan ekspansi sistem di masa yang akan datang akan memerlukan effort yang sangat berat untuk mempelajari skema integrasi sistem berikut dependency-nya. 3. Horizontal Integration, atau ada yang mengistilahkan dengan Enterprise Service Bus (ESB), merupakan sebuah metode yang mengintegrasikan sistem dengan cara membuat suatu layer khusus yang berfungsi sebagai interpreter, dimana semua sub-sub sistem yang sudah ada akan berkomunikasi ke layer tersebut. Model ini lebih menawarkan fleksibilitas dan menghemat biaya integrasi, karena yang perlu difokuskan dalam implementasi proses pengintegrasian hanya layer interpreter tersebut. Untuk menangani ekspansi proses bisnis juga hanya perlu diimplementasikan di layer interpreter itu juga, dan sub sistem baru yang akan menangani interface dari proses bisnis ekstensi tersebut akan berkomunikasi langsung ke layer dan layer akan menyediakan keperluan-keperluan data/interface untuk sub sistem lain yang memerlukannya.Metode Enterprise Service Bus (ESB) ini memiliki banyak kelebihan jika diadopsi dalam merancang arsitektur sistem terintegrasi, yaitu antara lain : a. Lebih cepat dalam melakukan penyesuaian dengan sistem yang telah ada b. Meningkatkan fleksibilitas, mudah untuk diperbaharui mengikuti perubahan keperluan sistem (system requirements) c. Membuat standar sistem sehingga bisa diaplikasikan di sub sistem mana pun d. Porsi pekerjaan software development lebih banyak di “konfigurasi” daripada “menulis code” untuk integrasi e. Dapat diterapkan mulai ruang lingkup kecil hingga di level enterprise Namun metode horizontal integration atau Enterprise System Bus (ESB) yang tampaknya ideal ini bukan berarti tidak ada kelemahan. Beberapa kelemahan yang cukup signifikan pengaruhnya antara lain : 1. Pembuatan standar sistem dalam Enterprise Message Model banyak berkutat di aspek analisis dan manajerial, biaya analisis benar-benar tinggi karena perlu berkolaborasi dengan analis-analis yang bertanggung jawab terhadap arsitektur dan desain sistem-sistem yang telah ada. 2. Secara khusus memerlukan perangkat keras (hardware) yang spesifik, seperti misalnya business-logic-server yang independen dan tidak integral dengan salah satu atau sebagian dari sub sistem yang telah ada. 3. Perlu tambahan tenaga (SDM) berupa Middleware Analyst yang akan mengkonfigurasi, merawat, dan mengoperasikan layer Enterprise Service Bus. 4. Karena biasanya ESB mempergunakan XML sebagai bahasa komunikasi antar sistem, tentu akan memerlukan resources dan komputasi berlebih untuk melakukan parsing-reparsing dalam komunikasi data. 5. Memerlukan effort yang cukup tinggi dalam mengimplementasikan ESB karena cukup banyak layer/tingkatan aplikasi yang harus ditangani, tidak hanya aplikasi-aplikasi interface dari sub-sub sistem saja, melainkan juga layer interpreter yang juga memiliki karakteristik sebagai aplikasi juga. 2.5 Strategi Integrasi Sistem Ada dua Pendekatan Integrasi Sistem Informasi : 1. Pendekatan Total & Homogen a. Melakukan integrasi di semua aspek bisnis dengan suatu kerangka/framework standart & dilakukan serentak di setiap bidang. b. Komponen yang homogen diharapkan mempermudah proses integrasi c. Contohnya: Implementasi product vendor ERP spt SAP, Oracle Application/Peoplesoft, Sage Group, IBM Websphere dll d. Mahal & Implementasi membutuhkan waktu yang panjang (tergantung kematangan TI suatu organisasi) 2. Pendekatan Bertahap a. Mulai dari bawah & memanfaatkan sistem informasi existing b. Sistem informasi-sistem informasi dirangkai mengikuti pola integrasi dan kebutuhan informasi akan datang c. Butuh waktu yang lama dan konsisten agar tidak gagal d. Relatif lebih murah e. Butuh strategi khusus ( Non Teknis Termasuk Political Will dari Pimpinan ) 2.6 Manfaat Integrasi Sistem IT integration mampu menjawab berbagai permasalahan umum yang sering terjadi di organisasi. Diantaranya adalah duplikasi data yang mengakibatkan integritas dan validitas data sulit terjaga. Selain itu kondisi aplikasi yang berbeda mengharuskan re-entry data di masing-masing aplikasi. Perubahan proses bisnis yang tidak dapat segera disesuaikan dengan perubahan pada aplikasi juga menjadi suatu hambatan bagi organisasi untuk menyajikan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Integrasi proses memiliki keuntungan dalam mempertahankan legacy aplikasi yang sudah berjalan, dan memberikan value-added terhadap hal tersebut dengan mengintegrasikannya dengan aplikasi lain. Integrasi juga memungkinkan penambahan suatu fitur dari aplikasi yang sudah ada, tanpa harus merombak total struktur aplikasi yang lama. Hal ini akan lebih hemat dari sisi cost dan lebih cepat dari sisi development dibandingkan harus membuat suatu aplikasi utuh yang baru. Peningkatan kemampuan dalam berkompetisi adalah salah satu manfaat dari IT Integration. Manfaat-manfaat lain yang dapat dirasakan adalah layanan yang konsisten, penurunan biaya transaksi, dan kemudahan teknologi informasi dalam beradaptasi terhadap perubahan bisnis. 2.7 Hubungan Antara Sistem Integrasi Dengan Sistem Informasi Manajemen Pengintegrasian system informasi merupakan salah satu konsep kunci dari system informasi manajemen. Berbagai system informasi dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara sesuai dengan keperluan integrasinya. Salah satu diantaranya adalah dengan arus data factual atau potensial diantara mereka. Aliran infoemasi diantara system sangat bermanfaat apabila data didalam file dari satu system diperlukan juga oleh system yang lainnya. Akan tetapi menjadi mustahil bagi system kedua untuk menghasilkan data tersebut atau apabila pendekatan ini akan menjadi mahal, lebih lambat atau kurang tepat dibanding menggunakan data dari file pertama. Aliran data diantara system biasa ditemukan apabila system ganda diperlukan untuk mengakses elemen data yang sama dari sumber bersamaan, atau apabila output dari satu system akan menjadi input bagi yang lainnya, seperti apabila informasi dari sisyem pemroses transaksi merupakan input bagi sistem informasi manajerial. System juga dapat dikaitkan melalui tugasnya untuk memberikan data bagi tugas yang sama atau karena masing-masing system menggunakan data yang sama dari sumber yang lain. Oleh sebab itu, integrasi didefinisikan sebagai adanya saling keterkaitan antara sub-sistem sehingga data dari satu system secara rutin dapat melintas menuju, atau diambil oleh satu atau lebih system yang lain. Sebenarnya dengan system manual juga akan dapat dicapai suatu drajat integrasi tertentu, misalnya dengan cara fisikal membawa data dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja lainnya, yang selanjutnya oleh para pegawai administrasi akan digabungkan dengan data dari system lain. Sementara itu dengan system berkomputer data akan dapat melintas secara optimis diseluruh system, yang memungkinkan drajat integrasi yang lebih tinggi dan mempercepat kegiatan integrasi data. Pada sebagian besar system informasi berkomputer, sebagian besar integrasi data dilakukan secara otomatis oleh komputer, dan hanya sebagian kecil dilakukan oleh pegawai atau personil pengolahan data. Biasanya tujuan pengembangan system adalah mengotomatisasikan perpindahan data dari system informasi terutama dari system yang sangat canggih dan sangat maju 2.8 Ide Dari Implementasi Integrasi Sistem Banyak integrasi yang dapat diaplikasikan dikehidupan kita sehari-hari untuk mempermudah kegiatan kita. Saya mempunyai ide tentang integrasi yaitu integrasi sistem perpustakaan kampus. Apabila ada sistem integrasi antara pihak pengelola perustakaan dengan mahasiswa maka akan mempermudah mahasiswa untuk mencari buku yang tersedia di perpustakaan, karena saya sendiri kadang jika ingin meminjam buku harus lama mencari kadang juga tempat yang tidak beraturan atau bahkan pihak perpustakaan juga kurang mengetahui ketersediaan buku. Maka, dengan integrasi sistem pihak mahasiswa bisa melihat ke anjungan yang dapat dibuka oleh setiap mahasiswa sehingga dapat mudah untuk menemukan buku yang diinginkan karena didalam anjungan tersebut ada daftar buku yang tersedia dan juga letak bukunya, anjungan tersebut dibuat agar dapat mudah diakses di smartphone karena setiap mahasiswa juga pasti mempunyai smartphone. Jadi pihak pengelola perpustakaan agar menata buku sesuai yang diinputkan dianjungan. Dengan demikian mahasiswa yang ingin meminjam buku akan terlebih dahulu mengetahui ketersediaan buku dan yang ingin meminjam dapat melalui anjungan dan mengambil bukunya diperpustakaan sesuai prosedur. Bagi mahasiswa yang ingin masuk ke anjungan juga dianjurkan untuk log-in terlebih dahulu sesuai identitas masing-masing. Contoh ide implementasi integrasi sistem perpustakaan ini hampir sama dengan anjungan mahasiswa yang mana anjungan tersebut terhubung antara pihak mahasiswa dan pihak akademik kampus sehingga mahasiswa dapat mengetahui tagihan biaya setiap semesternya, nilai yang telah diperoleh serta jadwal kuliah ataupun jadwal ujian sudah tertera didalamnya dan lain sebagainya yang berkaitan dengan akademik. 2.9 Jenis-Jenis Integrasi • INTEGRASI HORIZONTAL Data melewati berbagai sistem informasi dari berbagai departemen produksi bersamaan dengan pergerakan produk dari satu departemen ke departemen yang lainnya. Sehingga sistem informasi departemen perlu diintegrasikan sehingga informasi tentang satuan produk di dalam proses manufaktur dipindahkan secara rutin dari satu sistem ke sistem lainnya. • INTEGRASI SILANG-FUNGSI (CROSS-FUNCTIONAL) Melibatkan sistem informasi yang berkaitan dengan berbagai bidang fungsi. Interaksi jenis ini berlangsung apabila sistem informasi pemasaran secara terus-menerus menyampaikan informasi kepada sistem informasi pengendalian persediaan tentang kerugian penjualan disebabkan gangguan persediaan. Seringkali keperluan akan integrasi sepeti ini tidak mudah dikenali. 3.0 Contoh Implementasi Integrasi Sistem Banyak administrasi perkantoran yang bisa diterapkan dalam suatu sistem informasi terintergrasi, saya ambil contoh Sistem Informasi Pemerintahan Kabupaten yang saling terintegrasi. Apabila ada Sistem Informasi Pemerintahan Kabupaten yang saling terintegrasi, administrasi perencanaan tidak perlu lagi menghabiskan kertas untuk melakukan asistensi ke pihak-pihak yang berkompeten seperti Bappeda atau bagian hukum karena semua sudah mempunyai akses ke dalam sistem baik itu dari subbag perencanaan di unit kerja maupun dari Bappeda/Bag. Hukum, cukup dari meja kerja masing melakukan tugasnya. Contoh lainnya, laporan kinerja pelaporan realisasi kinerja/keuangan yang biasanya harus disetor ke Bappeda, Bagian Pembangunan, dan Bagian Keuangan tidak perlu lagi di cetak dengan demikian penghematan anggaran dapat terjadi. Namun saya mencoba untuk melihat kemungkinan sistem informasi yang dapat diintegrasikan untuk meningkatkan efisiensi kerja administrasi di pemerintahan. Sistem Informasi Keuangan Berhubungan langsung dengan Aplikasi Perencanaan dan pelaporan yang memungkinkan akuntabilitas keuangan dapat terjaga. Sistem Informasi Kepegawaian : • Langsung dikelola oleh sub bagian kepegawaian di masing-masing unit sesuai dengan otoritas yang dimiliki. • Struktur jabatan. • Mutasi. • Format Draft Surat yang berhubungan dengan kepegawaian seperti SK Kenaikan Pangkat, KP4, SK Kenaikan Gaji Berkala, Surat Izin/Cuti dll.\ • Format DUK. • Absensi Sistem Informasi Persuratan • Terdapat Form Pengisian untuk membuat surat2 dinas yang dibuat secara berjenjang mulai dari bawah hingga kepada pejabat yang bertanda tangan. • Format surat Ranperda, SK, Undangan, Surat Tugas, Telaahan staf dll • Terhubung dengan SMS center yang akan mengirim pesan singkat sesuai dengan peruntukan surat yang diterbitkan ini dapat dilakukan karena terhubung dengan database pegawai di aplikasi kepegawaian. Sistem Informasi Barang Daerah • Dikelola langsung oleh pengurus/penyimpan barang unit kerja masing2. • Berhubungan dengan aplikasi kepegawaian sehingga dapat diketahui siapa pemakai barang. • Sistem Informasi Gaji • Berhubungan langsung dengan database pegawai sehingga perhitungan gaji disesuikan dengan data pegawai yang telah ada di aplikasi kepegawaian. • Format cetak untuk ampra, daftar gaji, SPP Gaji dll. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan integrasi didefinisikan sebagai adanya saling keterkaitan antara sub-sistem sehingga data dari satu system secara rutin dapat melintas menuju, atau diambil oleh satu atau lebih system yang lain. Dalam perusahaan integrasi sistem informasi sangat diperlukan karena terdapat kegunaan yang dapat membantu manajemen seperti : • Adanya kebutuhan untuk bekerja sama antar unit dalam perusahaan. • Terjadinya pengolahan data antar sistem informasi tiap bagian yang saling terkait • Dapat memungkinkan penyediaan realtime pengaksesan data. suatu pelaporan biasanya memang memerlukan waktu, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dalam kegiatan manajerial yang dapat diperoleh bila diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan yang kuat untuk mengutamakan (mengunggulkan) sistem informsi terintegrasi karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat. Daftar Pustaka http://aganislah94.blogspot.co.id/2016/01/makalah-integrasi-sistem.html http://sukman21.blogspot.co.id/2015/05/integrasi-sistem-informasi-manajemen.html http://www.ahliartikel.com/2016/03/pengertian-integrasi-sistem-informasi.html https://fahmibaharun.wordpress.com/2010/01/01/integrasi-sistem-informasi/ TENTANG PENULIS DWI AYYA SOFIA ANNISA KUDUS,12 SEPTEMBER 1998 AKUNTANSI 2016 STIE BANK BPD JATENG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KISI KISI UAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

1.       Sebutkan dan jelaskan 4 tahap dalam DSS Jawab   : a.        Tahap Intelligence Dalam tahap ini pengambil keputusan mempela...